Pembicaraan:Daftar Makanan Minuman

Dari BudayaIndonesia

Langsung ke: navigasi, cari

Pesan: Makanan Lomok-Lomok saya bikinin halaman baru ya... Silahkan ditambahkan foto-foto mendukung. Terimakasih. - Mahmud 01:14, 20 Juli 2008 (UTC)

Pesan: Kepada Hardani dan Kencur, harap meninggalkan pesan di tab pembicaraan ini setelah melakukan koreksi. Terimakasih. --Mahmud 05:51, 28 Juli 2008 (UTC)

[sunting] Mengunyah sirih

Kebiasaan mengunyah sirih adalah salah satu kekayaan budaya indonesia, terutama di lingkungan masyarakat melayu.

Pada zaman dahulu mengunyah sirih (menginang) adalah bagian dari adat masyarakat melayu, dimana selalu menjadi bagian dari upacara2 adat kerajaan maupun upacara adat lainnya..

Kebiasaan ini sekarang sudah sangat jarang ditemui.. padahal sudah terbukti bahwa kebiasaan mengunyah sirih secara teratur membuat gusi dan gigi menjadi sehat dan kuat..

Saya mengusulkan agar team budaya indonesia melakukan riset mengenai adat ini dan mensosialisasikannya agar tidak di klaim oleh negara tetangga atau hilang tergerus zaman.

[sunting] Gula Puan

Makanan gula puan adalah salah satu makanan khas daerah Palembang yang saat ini sudah hampir punah. Rasanya manis, terbuat dari susu kerbau. Sangat enak untuk jadi teman makan roti atau dimakan begitu saja. Begitu langka makanan ini hingga saat ini hanya satu penjual gula puan yang masih ada, dia berjualan hanya sekali seminggu setiap hari jum'at seusai sholat jum'at di gerbang pagar mesjid agung Palembang yang arah kantor pos. Sang penjual mewarisi cara membuat makanan tersebut dari orang tuanya dan bertekad meneruskan warisan budaya. Beberapa orang yang bisa membuat makanan ini sekarang sudah berumur dan banyak anak2nya yang tidak berminat untuk belajar membuatnya.

[sunting] Tempoyak

Tempoyak adalah makanan khas daerah Palembang, Lampung dan sekitarnya.

Tempoyak terbuat dari daging buah durian yang diawetkan dengan cara pengasinan. Sesudah jadi, tempoyak bisa dibuat sebagai campur sambal, pindang atau pepes.

Tapi ada juga yang memakan tempoyak dengan nasi.

Bentuk dan penampilan tempoyak yang lembek dan aroma duriannya membuat tempoyak agak kurang populer di kalangan masyarakat di luar Sumatra Selatan. Namun bagi masyarakat Sumatra selatan penggemar durian, Tempoyak sangat populer dan menjadi teman di meja makan sehari2 dalam berbagai variasi masakan.