Tari Ma'randing Toraja Sulawesi Selatan

Dari BudayaIndonesia

Langsung ke: navigasi, cari

Propinsi : Sulawesi Selatan
Deskripsi : Pada pemakaman besar (biasanya orang dengan kasta tinggi), sebuah tari perang yang bernama Ma'randing dipentaskan. Para penari menggunakan pakaian perang tradisional dan senjata. Tari ini secara mendasar adalah sebuah tari partriotik atau tari perang. Kata ma'randing berasal dari randing yang berarti "mulia ketika melewatkan". Tari ini menunjukkan kemampuan dalam memakai senjata militer dan menunjukkan keteguhan hati dan kekuatan seseorang yang meninggal selama hidupnya. Ia ditarikan oleh beberapa orang yang setiap orangnya membawa perisai besar, pedang dan sejumlah ornamen. Setiap objek menyimbolkan beberapa makna. Perisai yang dibuat dari kulit kerbau (bulalang) menyimbolkan kekayaan, karena hanya orang kaya yang memiliki kerbau sendiri. Pedang (doke, la'bo' bulange, la'bo' pinai, la'bo' todolo) menunjukkan kesiapa untuk perang, yang menyimbolkan keberanian. Tari ini dilakukan dengan 4 prinsip gerakan. 1. Komanda menginspeksi tiap orang dan senjatanya, menyimbolkan disiplin. 2. senjata diulur dan perisai ditarik kebelakang, menyimbolkan kesigapan. 3. Salah satu kakai diangkat sementara itu yang lain di tanah, menyimbolkan keteguhan hati. 4. Para menari mundur kebelakang, sementara itu satu penari bergerak ke kanan dan yang lain ke kiri, menyimbolkan kesigapan. Selama tarian, para penari berteriak untuk menyemangati satu sama lain selama pertempuran. Penonton akan turut serta berteriak. Teriakan ini (peongli) terkadang bervariasi diberbagai tempat. Tarian ini dipentaskan di acara pentaskan oleh anggota yang berani di penduduk lokal. Makna asli dari tarian ini adalah untuk menjaga desa dan melindungi para gadis muda dari penculikan desa tetangga.
Kontributor Youtube : batusura
Kontributor : Ahmad

Peralatan pribadi