Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Riau Riau
Ikan Kapiek Ndak Batulang - Riau - Riau
- 22 Februari 2018

Suka makan masakan tradisional Melayu? Kalau iya, kamu wajib coba makan ikan bakar di Desa Pulau Jambu, Kuok, Kampar. Disana ada warung makan dengan menu khas ikan bakar kapiek, ikan asli sungai Kampar.

Dari Pekanbaru, hanya butuh waktu lebih kurang satu setengah jam untuk bisa menikmati rasa ikan bakar Kapiek legendaris dan yang pertama di Kuok.

Warung milik Hamidi ini sudah berdiri sejak  tujuh setengah tahun yang lalu. Namun, sempat mengalami kegagalan dan berganti usaha berkali-kali, sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai usaha rumah makan sejak enam tahun lalu.

“Sebelumnya saya jual kopi, jual mi, sempat jual lontong, nasi goreng, tapi usahanya macet. Lalu salah seorang pelanggan menyarankan untuk jualan nasi karena di seberang sini (Desa Pulau Jambu) belum ada yang jual,” cerita Hamidi (42), pemilik warung Ikan Bakar Kapiek kepada tripriau.com Senin (24/4) lalu.

Selain memanfaatkan peluang tersebut, usaha ini juga didukung oleh latar belakang Hamidi dan Istri yang tidak asing dengan usaha warung nasi.

“Kebetulan juga istri saya dulu jual nasi. Saya dulu juga pernah kerja jadi tukang cuci piring di tempat orang jual nasi,” tambahnya.

Warung ikan bakar Kapiek Hamidi buka setiap hari mulai pukul 10.30 – 16.00 dan tutup di hari Jumat. Setiap hari warung Ikan Bakar Kapiek milik Hamidi ramai dikunjungi pelanggan dan rata-rata dari luar daerah. Jika dirata-ratakan setiap harinya Hamidi menghabiskan 40 kilogram ikan Kapiyek.

“Rata-rata 40 kg perhari, tapi kadang bisa 60 kg seharinya, tapi kadang juga dibawah 40 kg,” jelasnya.

Ikan Kapiek yang bisa diolah Hamidi minimal beratnya mulai dari 2 ons hingga dengan ukuran yang besar, tidak ada batasan.

“Kami mendapat ikan Kapiek dari pemasok, ikannya ditangkap langsung dari sungai Kampar,” jelas Hamidi.

Soal rasa, ikan Kapiek Hamidi tidak diragukan lagi. Daging ikan yang lembut serta bumbunya merasap hingga ke dalam. Tak heran jika warung Ikan Bakar Kapiek Hamidi ramai didatangi. Bahkan orang penting di Riau seperti gubernur pernah makan disini.

Hamidi menuturkan bahan bumbunya sangat sederhana dan biasa saja seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, dan santan.

“Bumbunya itu saja, cuma bahannya harus diteliti, jadi gak sembarangan agar menghasilkan cita rasa yang enak,” imbuh Hamidi.

Sekadar informasi, ikan Kapiek ini jenis ikan yang banyak durinya. Tapi, disini kita bisa makan dengan nyaman tanpa terganggu dengan duri yang banyak. Sehingga dalam bahasa Ocu disebut “Ikan Kapiek Ndak Batulang”

“Tidak ada rahasia khusus, hanya pada proses pengolahannya saja. Tergantung pada bagaimana sayatan ikannya, semakin rapat semakin bagus,” terang Hamidi lagi.

Selain ikan bakar kapiek, pelanggan juga bisa menikmati lezatnya Cangkuok atau cincang kuok. Sesuai namanya, gulai ini juga merupakan makanan khas daerah Kuok. Namun, di warung Hamidi, cangkuoknya lebih banyak campuran, ada jamur, jengkol, rebung, dan kulit.

Jika hendak makan ke warung milik Hamidi untuk pertama kalinya, kamu butuh usaha ekstra untuk bisa sampai kesini. Warung makan Hamidi tidak punya merek sehingga kamu harus bertanya kepada warga sekitar. Kata Hamidi disitulah letak pembeda warung miliknya dengan yang lain.

“Kalau dibuat merek, pelanggan hanya mencari tidak bertanya. Jika hendak makan disini, maka bertanyalah ke orang dekat sini. Dari situ ada niat baik dan doa dari warga kampung,” tutup Hamidi.

 

Sumber: - http://www.tripriau.com/2244/%E2%80%98kapiek-ndak-batulang%E2%80%99-kuliner-wajib-coba-di-kuok-kampar.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu