HUT RI
118 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Karembong
Motif Kain Motif Kain
Jawa Barat

Bahan katun, digunakan sebagai selendang pelengkap busana wanita, juga biasa dijadikan kain gendongan pada saat nyambungan. Dibuat pada masa evakuasi menjelang kemerdekaan RI, tahun 1942. Ragam hias kotak-kotak, lambang keselamatan.

avatar
Rolan Mauludy Dahlan
Gambar Entri
Kuda Giribig
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Seni pertunjukkan Kuda Giribig ini telah lama terlupakan oleh masyarakat, namun kesenian tradisional tersebut hingga kini, tengah berusaha diangkat kembali oleh Abah Renggo , yang notabene adalah sosok seorang seniman putra daerah Subang itu sendiri. Sekilas, kesenian Kuda Giribig tampak serupa dengan kesenian Kuda Lumping , namun yang membedakannya adalah, kuda yang dipakai dalam seni Kuda Giribig tersebut berbahan baku anyaman bilik bambu , dengan diameter 1×1,5 meter dan tali pelecut berukuran sepanjang 3 meter . Kesenian tradisional ini, kerap turut memeriahkan acara Festival Helaran Seni Budaya , yang digelar oleh Pemda Jawa Barat , dalam rangka berbagai acara perayaan atau pun HUT kota Kabupaten. Pada kesempatan acara-acara tersebut turut pula didatangkan para seniman dan budayawan , termasuk pula para pemain seni tradisional Kuda Giribig dari Padepokan Jaga Sarakan Ki Sunda asal kota Subang , Jawa Barat.  

avatar
muhammad baidowi
Gambar Entri
Gong si Bolong
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Gong si bolong adalah alat musik tradisional yang berbentuk gong dan diakui sebagai alat kesenian asli kota depok. Alat musik gong si bolong terdiri dari gong, gendang, bende, rebab, terompet, keromong serta saron. Pemainnya dilakukan oleh 12 orang anggota. Tak hanya musik, kesenian tersebut seringkali digabungkan untuk mengiringi pagelaran wayang kulit dan terdapat tari nayub di pertengahan musik. Gong si bolong sudah tidak asing serta dianggap bernuansa magis pada masa silam. Gong yang punya ciri khas lubang pada bagian tengahnya ini dan berdiameter 10 cm, bila dipukul akan menghasilkan bunyi yang nyaring. Keunikan dan keanehan gong si bolong tua diyakini oleh masyarakat setempat memiliki kekuatan gaib serta dijadikan alat pengiring pagelaran kesenian. Menurut Buang Jayadi, pemimpin sanggar si bolong, kesenian gong si bolong memadukan unsur etnik sunda  dan betawi. Musik yang dimainkan kental dengan nuansa sunda sedangkan nyanyiannya menggunakan bahasa betawi. (Su...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Oray-orayan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Oray-orayan merupakan Lagu Permainan Sunda yang dinyanyikan oleh anak-anak yang bermain oray-orayan atau ular-ularan, biasanya sebelum bermain suka saling memegang pundak teman yang lain yang ada di depannya. [1] Lagunya di bawah ini: Oray-orayan Luar-léor mapay sawah Entong ka sawah Paréna keur sedeng beukah Oray-orayan Luar-léor mapay leuwi Entong ka leuwi Di leuwi loba nu mandi Saha nu mandi Anu mandi pandeuri Oray-orayan Luar-léor mapay kebon Entong ka kebon Loba barudak keur ngangon Mending gé teuleum di leuwi loba nu mandi Saha nu mandi Nu mandi pandeuri. [1]   Lagu lainnya:   Oray-orayan Oray naon Oray bungka Bungka naon Bungka laut Laut naon Laut dipa Dipa naon Di pandeuri, ri, ri, ri, ri . . . blos!.   Sumber:...

avatar
Anisya_yurmaniar
Gambar Entri
Pesta Dadung
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pesta Dadung adalah kesenian masyarakat Desa Legokherang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Kesenian ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 18 dan sejak awal difungsikan untuk ritus kesuburan (pertanian). Ritus ini dimaksudkan sebagai bentuk pemujaan terhadap Ratu Galuh yang dipercaya masyarakat setempat sebagai ratu pelindung hewan. Ratu Galuh adalah penggembala ’batin’ dengan banyak julukan seperti Nyai Pelenggirarang, Sang Ratu Biting, Sang Ratu Bopong, Ratu Geder Dewata, atau Ratu Koja Dewatana. Julukan sebagai ratu penggembala berkaitan erat dengan tipologi masyarakat Sunda yang tergolong sebagai masyarakat pastoral atau masyarakat ladang.  Dadung, artinya tambang, biasanya terbuat dari serat kulit kayu waru yang berfungsi untuk mengikat kerbau atau sapi. Pesta Dadung tak lain adalah ritus bagi penggembala. Oleh sebab itu, ritus itu juga sering disebut dengan ritus budak angon. Para budak angon sengaja diupacarakan dengan maksud agar mereka tetap berg...

avatar
Maisankamila
Gambar Entri
Domyak Kesenian Khas Purwakarta
Ritual Ritual
Jawa Barat

Kata  Domyak  merupakan singkatan dari Bo do r yang diiringi  M usik dan ngarampa yak  (tari).             Seni Domyak Atau sebutan lain dari Buncis ini merupakan salah satu bentuk kesenian yang berkembang di beberapa daerah Purwakarta, diantaranya di Desa Pasir angin Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta. Awal munculnya seni Domyak ini merupakan sebuah acara ritual permohonan turun hujan..  Pada masa ini masyarakat setempat memiliki suatu kepercayaan untuk memohon turun hujan melalui acara tarian. Acara ini dimulai dengan arak-arakan menuju sumber mata air. Agar suasana arak-arakan tersebut labih berkesan, mereka mengiringinya dengan tetabuhan alat-alat musik yang ada diantaranya angklung, dogdog, bedug, ketuk, kecrek, dan lain-lain.              Pada perkembangan selanjutnya kariaan arak-arakan tersebut tidak dilakukan saa...

avatar
Megantari Putri Gunadinnusa
Gambar Entri
Saptonan dan Panahan Tradisional
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Saptonan merupakan agenda tahunan yang diadakan setiap momen peringatan Hari Jadi Kuningan. Bahkan, dulu acara ini diadakan di lapang yang lokasinya dekat kantor bupati dan gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Saperti pernah beberapa kali diadakan di lapang Randu Kelurahan Cijoho, lapang Kertawangunan Kecamatan Sindangagung dan lapang sekitar kawasan wisata Linggajati Kecamatan Cilimus. Lapang Desa Cinagara Kecamatan Maleber dan beberapa tempat lainnya. “Sekarang diadakan lebih awal, karena momen HUT RI dan hari Jadi Kuningan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan,” tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kuningan, Nana Sugiana, kepada kuninganmedia.com. Banyak warga yang penasaran untuk menyaksikan pergelaran yang boleh dibilang langka ini. Buktinya, bukan hanya warga di daerah Kecamatan Kalimanggis saja yang turut menyaksikan acara tersebut. Banyak warga yang datang dari Kecamatan Ciawigebang, Cidahu, Cimahi dan Luragung. Sebelum pe...

avatar
S Rofiah
Gambar Entri
Suku Sunda
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Suku Sunda  adalah kelompok  etnis  yang berasal dari bagian barat pulau  Jawa ,  Indonesia , dengan istilah  Tatar Pasundan  yang mencakup wilayah administrasi provinsi  Jawa Barat ,  Banten ,  Jakarta ,  Lampung  dan wilayah barat  Jawa Tengah  ( Banyumasan ). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. Sekurang-kurangnya 15,2% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Jika  Suku Banten  dikategorikan sebagai sub suku Sunda maka 17,8% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas orang Sunda beragama  Islam , akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama  Kristen ,  Hindu , dan  Sunda Wiwitan (Jati Sunda). Agama Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat  suku Baduy  di Lebak  Banten  yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai suku Sunda. Jati diri yang mempersa...

avatar
Talithaya Yurdhika
Gambar Entri
Filosofi Sunda
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Selain agama yang dijadikan pandangan hidup, orang Sunda juga mempunyai pandangan hidup yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Pandangan hidup tersebut tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya karena secara tersurat dan tersirat dikandung juga dalam ajaran agamanya, khususnya ajaran agama Islam. Pandangan hidup orang Sunda yang diwariskan dari nenek moyangnya dapat diamati pada ungkapan tradisional sebagai berikut: "Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, aya ma beuheula aya tu ayeuna, hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna. Hana tunggak hana watang, tan hana tunggak tan hana watang. Hana ma tunggulna aya tu catangna." Artinya:  Ada dahulu ada sekarang, bila tak ada dahulu tak akan ada sekarang, karena ada masa silam maka ada masa kini, bila tak ada masa silam takan ada masa kini. Ada tunggak tentu ada batang, bila tak ada tunggak tak akan ada batang, bila ada tunggulnya tentu ada batangnya. Ungkapan tradisional tersebut tidak jauh dengan amanat...

avatar
Talithaya Yurdhika